Kategori: Uncategorized

Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih TimnasShin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas

Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas


Membahas bagaimana perkembangan dunia sepakbola Indonesia saat ini sebetulnya cukup memuaskan, namun apakah dari kalian masih ada yang belum tau bagaimana profil Shin Tae-yong? Sebelumnya kami telah mengupas bagaimana Shin Tae-yong yang memboyong para pemain muda timnas Indonesia ke UEA. Langkah PSSI ini merupakan sambungan sesudah terhadap 19 November 2019 lalu, mereka mendengarkan presentasi Shi Tae-yong di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam presentasi tersebut, Tae-yong bersedia membawa staf pelatih yang mengantar Korea Selatan lolos ke final Piala Dunia U20 2019 di Polandia. Di Piala Dunia U20 2019 sendiri, Korea Selatan dipimpin oleh Chung Jung-yong. Mereka di luar dugaan dapat melaju ke partai puncak, sebelum saat dihentikan oleh Ukraina sang juara. Dalam prosesnya, Korsel melewati tim seperti Afrika Selatan, Argentina, Jepang, Senegal, hingga Ekuador. Ketertarikan Shin Tae-yong terhadap sepak bola Indonesia tidak lepas berasal dari prospek cerah yang dimiliki Garuda.

Banyak pemain bertalenta yang ada di Timnas U16, U19, atau U23. Selain itu, fanatisme pirsawan Indonesia yang luar biasa jadi tantangan untuk sang juru taktik. “Bagi aku ini adalah sebuah tantangan. Saya mengetahui atmosfer sepak bola Indonesia amat luar biasa bersama suporter yang fanatik. Saya termasuk melihat, pengurus federasi miliki impuls yang kuat untuk membangun sepak bola Indonesia ke level yang tinggi,” ungkap Shin Tae-yong.

Profil Serta Perjalanan Karier Shin Tae-yong, Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas

Pengalaman berasal dari pria asal Korea yang lahir di Yeongdeok, Gyeongbuk terhadap 11 Oktober 1970 ini telah tidak diragukan lagi. Ia dulu menjabat sebagai pelatih Seongham Ilhwa Chunma dan pemain judi di ceriabet.com. Di tangan juru taktik kelahiran 11 Oktober 1970 ini, Seongnam sukses jadi juara Liga Champions Asia 2010. Di laga final, klub K-League itu menumbangkan Zob Ahan (Iran) bersama skor 3-1. Setahun kemudian, Tae-yong dapat beri tambahan gelar lain untuk Seongnam, juara FA Cup Korea 2011. Di partai puncak, klub selanjutnya menundukkan Suwon Samsung Bluewings melalui skor tipis 1-0. Perjalanan selanjutnya sang pelatih adalah, mengatasi tim usia muda Korea Selatan. Mulai berasal dari Timnas Korea U23 terhadap 2016 hingga 2017, dan Timnas Korea U20.

Namun, yang mengesankan adalah, kala Shin Tae-yong mengatasi timnas senior Korea Selatan di Piala Dunia 2018 yang dimainkan di Rusia. Saat tampil di Grup F, mereka sebetulnya tumbang atas Swedia dan Meksiko, namun kemudian dapat menggapai kemenangan bersejarah atas Jerman 2-0 di partai terakhir. Satu gelar didapatkan Shin Tae-yong di level internasional waktu melatih Timnas Korea Selatan Senior, yaitu juara EAFF E-1 Football Championship 2017. Di babak final yang dibuat bersama format round robin, Korsel tidak terkalahkan atas Jepang, Cina, dan Korea Utara. Berikut catatan karir Dalam Melatih Sepakbola:

  • 2009–2012 Seongnam Ilhwa Chunma
  • 2016–2017 Korea Selatan U23
  • 2017 Korea Selatan U20
  • 2017–2018 Korea Selatan
  • 2020–sekarang Indonesia

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi IdrisPemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris


Indonesia Idris Idris, namanya bisa akrab bagi pecinta sepakbola Indonesia, terutama ke Jakarta. Lahir di Banda Aceh, Iswadi tumbuh di Calkini dan sekarang namanya masih diingat sebagai salah satu legenda negara itu. Boncel, adalah salam Karibia dari Iswadi. Tubuh Anda hanya memiliki 165 sentimeter. Tapi, cerdasnya melampaui harapan. Boncel adalah salah satu pemain yang terlibat dalam keberhasilan Indonesia pada akhir 1960-an hingga 1960-an. Boncel memulai karir sepakbola dengan bergabung dengan klub internal Persija Jakarta, Asosiasi Sepak Bola Merdeka (MBFA) https://www.concellodesamos.com/. Posisi sebagai gelandang, Iswadi mulai mencuri perhatian karena itu belasan tahun. Kemuliaan-Nya membuatnya direkrut oleh Persis dan maksudnya pada tahun 1966. Dia berusia 17 tahun pada waktu itu, Iswadi Idris melakukan debutnya dengan penyemenan pada akhir persaingan persatuan keempat pada tahun 1966.

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris

Penampilan terbaik Iswadi Idris dengan Persis adalah dengan mengatakan gelar serikat pada tahun 1973 dan 1975. Secara total, pada waktunya dengan Persis, Iswadi menurut beberapa sumber skor sukses 28 gol dalam kisaran 1966 hingga 1980. Pemain pertama Indonesia untuk tahan lama “pemain Indonesia pertama mint ke luar negeri”. Tindakannya yang mengesankan dengan penyemenangan jelas memimpin Boacel disebut tim nasional Indonesia. Bahkan Iswadi membentuk kuartet yang menakutkan di tim nasional, bersama dengan Soetjipto Soentoro, Abdul Kadir dan Jacob Sihasale. Pada saat itu, empat teman ini dianggap sebagai penyerang tercepat di situs joker123 resmi dan terpercaya.

Pemain Bola Indonesia Yang Tanding Di Luar Negeri

ISWADI disebut tokoh paling menonjol dan memiliki karakter. Tidak mengherankan, Boncel punya waktu. Dia memilih kapten tim nasional sejak awal 1970 hingga 1980. Iswadi Idris memulai debutnya dengan tim nasional Indonesia di Piala Raja 1968 di Thailand. Dia mencetak 2 gol ketika Indonesia menang 7-1 di Singapura. Sejak itu, namanya terkenal. Daftar SLOT88 online bahkan saat itu adalah yang paling dihormati di Asia. Selain itu, Indonesia digunakan untuk memerangi tim besar, mulai dari PSV Eindhoven, Fiorentina, Uruguay, Jerman, Jepang, Korea Selatan dan Tim Timur Tengah tidak memiliki cerita. Kekuatan besar yang dimiliki oleh Indonesia dan Burma, “jelas Iswadi dalam sebuah wawancara dalam PSSI melalui Kompas. Pemain pertama yang direkrut oleh tim asing berkat tindakan, Iswadi Idris menarik perhatian Klub Pinggiran Pinggiran Barat (WSC).

Klub berasal dari Sydney, Australia, yang bersaing semiprofessininal. Laporan majalah TEMPO mengatakan bahwa WSC tertarik untuk membawa Iswadi karena penampilannya yang licin di kualifikasi Piala Dunia 1974 di Australia. Pada saat itu, Indonesia belum pernah menang dalam tiga pertandingan. Namun, aksi Iswadi yang menjadi salah satu icon agen slot online, bersama dengan tiga rekannya, Ronny Pasla, Widodo, dan Anwar Ujang mencuri perhatian. Pelatih WSC, Mike Laing, harus merekrut empat pemain sekaligus. Namun, karena beberapa hal akhirnya benar-benar direkrut Iswadi. Pemain Indonesia pertama yang berlangsung di luar negeri “Iswadi Idris, pemain Indonesia pertama di luar negeri”.