Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih TimnasShin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas

Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas


Membahas bagaimana perkembangan dunia sepakbola Indonesia saat ini sebetulnya cukup memuaskan, namun apakah dari kalian masih ada yang belum tau bagaimana profil Shin Tae-yong? Sebelumnya kami telah mengupas bagaimana Shin Tae-yong yang memboyong para pemain muda timnas Indonesia ke UEA. Langkah PSSI ini merupakan sambungan sesudah terhadap 19 November 2019 lalu, mereka mendengarkan presentasi Shi Tae-yong di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam presentasi tersebut, Tae-yong bersedia membawa staf pelatih yang mengantar Korea Selatan lolos ke final Piala Dunia U20 2019 di Polandia. Di Piala Dunia U20 2019 sendiri, Korea Selatan dipimpin oleh Chung Jung-yong. Mereka di luar dugaan dapat melaju ke partai puncak, sebelum saat dihentikan oleh Ukraina sang juara. Dalam prosesnya, Korsel melewati tim seperti Afrika Selatan, Argentina, Jepang, Senegal, hingga Ekuador. Ketertarikan Shin Tae-yong terhadap sepak bola Indonesia tidak lepas berasal dari prospek cerah yang dimiliki Garuda.

Banyak pemain bertalenta yang ada di Timnas U16, U19, atau U23. Selain itu, fanatisme pirsawan Indonesia yang luar biasa jadi tantangan untuk sang juru taktik. “Bagi aku ini adalah sebuah tantangan. Saya mengetahui atmosfer sepak bola Indonesia amat luar biasa bersama suporter yang fanatik. Saya termasuk melihat, pengurus federasi miliki impuls yang kuat untuk membangun sepak bola Indonesia ke level yang tinggi,” ungkap Shin Tae-yong.

Profil Serta Perjalanan Karier Shin Tae-yong, Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae-yong, Berikut Profil Serta Perjalanan Karir Sebagai Pelatih Timnas

Pengalaman berasal dari pria asal Korea yang lahir di Yeongdeok, Gyeongbuk terhadap 11 Oktober 1970 ini telah tidak diragukan lagi. Ia dulu menjabat sebagai pelatih Seongham Ilhwa Chunma dan pemain judi di ceriabet.com. Di tangan juru taktik kelahiran 11 Oktober 1970 ini, Seongnam sukses jadi juara Liga Champions Asia 2010. Di laga final, klub K-League itu menumbangkan Zob Ahan (Iran) bersama skor 3-1. Setahun kemudian, Tae-yong dapat beri tambahan gelar lain untuk Seongnam, juara FA Cup Korea 2011. Di partai puncak, klub selanjutnya menundukkan Suwon Samsung Bluewings melalui skor tipis 1-0. Perjalanan selanjutnya sang pelatih adalah, mengatasi tim usia muda Korea Selatan. Mulai berasal dari Timnas Korea U23 terhadap 2016 hingga 2017, dan Timnas Korea U20.

Namun, yang mengesankan adalah, kala Shin Tae-yong mengatasi timnas senior Korea Selatan di Piala Dunia 2018 yang dimainkan di Rusia. Saat tampil di Grup F, mereka sebetulnya tumbang atas Swedia dan Meksiko, namun kemudian dapat menggapai kemenangan bersejarah atas Jerman 2-0 di partai terakhir. Satu gelar didapatkan Shin Tae-yong di level internasional waktu melatih Timnas Korea Selatan Senior, yaitu juara EAFF E-1 Football Championship 2017. Di babak final yang dibuat bersama format round robin, Korsel tidak terkalahkan atas Jepang, Cina, dan Korea Utara. Berikut catatan karir Dalam Melatih Sepakbola:

  • 2009–2012 Seongnam Ilhwa Chunma
  • 2016–2017 Korea Selatan U23
  • 2017 Korea Selatan U20
  • 2017–2018 Korea Selatan
  • 2020–sekarang Indonesia

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi IdrisPemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris


Indonesia Idris Idris, namanya bisa akrab bagi pecinta sepakbola Indonesia, terutama ke Jakarta. Lahir di Banda Aceh, Iswadi tumbuh di Calkini dan sekarang namanya masih diingat sebagai salah satu legenda negara itu. Boncel, adalah salam Karibia dari Iswadi. Tubuh Anda hanya memiliki 165 sentimeter. Tapi, cerdasnya melampaui harapan. Boncel adalah salah satu pemain yang terlibat dalam keberhasilan Indonesia pada akhir 1960-an hingga 1960-an. Boncel memulai karir sepakbola dengan bergabung dengan klub internal Persija Jakarta, Asosiasi Sepak Bola Merdeka (MBFA) https://www.concellodesamos.com/. Posisi sebagai gelandang, Iswadi mulai mencuri perhatian karena itu belasan tahun. Kemuliaan-Nya membuatnya direkrut oleh Persis dan maksudnya pada tahun 1966. Dia berusia 17 tahun pada waktu itu, Iswadi Idris melakukan debutnya dengan penyemenan pada akhir persaingan persatuan keempat pada tahun 1966.

Pemain Bola Indonesia Pertama Yang Main Di Luar Negeri | Iswadi Idris

Penampilan terbaik Iswadi Idris dengan Persis adalah dengan mengatakan gelar serikat pada tahun 1973 dan 1975. Secara total, pada waktunya dengan Persis, Iswadi menurut beberapa sumber skor sukses 28 gol dalam kisaran 1966 hingga 1980. Pemain pertama Indonesia untuk tahan lama “pemain Indonesia pertama mint ke luar negeri”. Tindakannya yang mengesankan dengan penyemenangan jelas memimpin Boacel disebut tim nasional Indonesia. Bahkan Iswadi membentuk kuartet yang menakutkan di tim nasional, bersama dengan Soetjipto Soentoro, Abdul Kadir dan Jacob Sihasale. Pada saat itu, empat teman ini dianggap sebagai penyerang tercepat di situs joker123 resmi dan terpercaya.

Pemain Bola Indonesia Yang Tanding Di Luar Negeri

ISWADI disebut tokoh paling menonjol dan memiliki karakter. Tidak mengherankan, Boncel punya waktu. Dia memilih kapten tim nasional sejak awal 1970 hingga 1980. Iswadi Idris memulai debutnya dengan tim nasional Indonesia di Piala Raja 1968 di Thailand. Dia mencetak 2 gol ketika Indonesia menang 7-1 di Singapura. Sejak itu, namanya terkenal. Daftar SLOT88 online bahkan saat itu adalah yang paling dihormati di Asia. Selain itu, Indonesia digunakan untuk memerangi tim besar, mulai dari PSV Eindhoven, Fiorentina, Uruguay, Jerman, Jepang, Korea Selatan dan Tim Timur Tengah tidak memiliki cerita. Kekuatan besar yang dimiliki oleh Indonesia dan Burma, “jelas Iswadi dalam sebuah wawancara dalam PSSI melalui Kompas. Pemain pertama yang direkrut oleh tim asing berkat tindakan, Iswadi Idris menarik perhatian Klub Pinggiran Pinggiran Barat (WSC).

Klub berasal dari Sydney, Australia, yang bersaing semiprofessininal. Laporan majalah TEMPO mengatakan bahwa WSC tertarik untuk membawa Iswadi karena penampilannya yang licin di kualifikasi Piala Dunia 1974 di Australia. Pada saat itu, Indonesia belum pernah menang dalam tiga pertandingan. Namun, aksi Iswadi yang menjadi salah satu icon agen slot online, bersama dengan tiga rekannya, Ronny Pasla, Widodo, dan Anwar Ujang mencuri perhatian. Pelatih WSC, Mike Laing, harus merekrut empat pemain sekaligus. Namun, karena beberapa hal akhirnya benar-benar direkrut Iswadi. Pemain Indonesia pertama yang berlangsung di luar negeri “Iswadi Idris, pemain Indonesia pertama di luar negeri”.

Pelatih dan Pemain Terbaik Pekan ke – 14 BRI Liga 1Pelatih dan Pemain Terbaik Pekan ke – 14 BRI Liga 1

Pelatih dan Pemain Terbaik Pekan ke – 14 BRI Liga 1


BRI Liga 1 pekan ke – 14 berakhir pada Selasa 30 November 2021. Banyak sekali kejutan yang terjadi, seperti Persib Bandung yang saat itu tampil sebagai tuan rumah harus takluk dari tamunya yaitu Arema FC dengan skor 0 – 1 yang di menangkan oleh Arema FC dengan kekalahan tersebut Persib gagal untuk naik ke peringkat satu di BRI Liga 1.

Hasil buruk juga di terima oleh tim raksasa asal Jakarta yaitu Persija Jakarta yang secara mengejutkan menerima dua kekalahan secara beruntun. Setelah kalah dari Bali United 0 – 1 pada 25 November 2021, Andritany dkk kembali takluk dari Borneo FC dengan Skor 1 – 2 pada senin 29 November 2021.

Pelatih dan Pemain Terbaik Pekan ke – 14 BRI Liga 1

Masih di pekan ke – 14, Persikabo 1973 mampu meraih kemenangan pertama setelah dilatih oleh Setiadi, Persikabo mampu menang dengan skor 4 – 2 saat berhadapan dengan Persela Lamongan. Di laga tersebut Ciro Alves mencatak hattrick. Dengan tiga gol itu membuatnya berhasil mencetak 9 gol dari 14 pertandingan.

Pelatih dan Pemain terbaik pekan 14

  1. Lestiadi

Baru menangani Persikabo 1973 beberapa hari saja, Lestiadi memberikan pengaruh yang sangat besar tehadap kemajuan para pemain. Hal itu di buktikan pada saat menghadapi Persela Lamongan dalam lanjutan pertandingan BRI Liga 1, karna tim asuhannya berhasil meraih kemenangan yang cukup berharga.

  1. Ciro Alves

Selain pelatih yang terpilih sebagai pelatih terbaik pekan 14, pemain asuhannya juga menjadi salah satu pemain terbaik di pek ke 14. Ciro Alves berhasil membawa timnya menang dan dia mencetak tiga gol.

  1. Dandi Santoso

Pada laga menghapadi Persib Bandung, Dandi Santoso menjadi pahlawan untuk Arema FC. Karna berkat gol semata wayangnya mampu membuat tim menang mendapatkan kemenangan serta 3 point yang sangat berharga. Dandi Santoso mampu menjebol gawang Persib Bandung pada menit ke – 17.

  1. Jaja

Pemain asal Madura united yang semakin on fire, berhasil mencetak gol untuk kemenangan timnya saat berhadapan dengan Barito Putera dalam laga itu Madura berhasil menang dengan skor yang cukup telak yaitu 3 – 0. Jaja yang tampil apik pada laga tersebut membuat dirinya masuk dalam daftar pemain terbaik pekan ke 14 BRI Liga 1.

Jadi itulah daftar pelatih dan pemain terbaik pek ke 14 BRI Liga 1, Mampukah mereka semua konsinsten agar dapat menjadi pemain terbaik di pekan ke 15? Kita tunggu saja hasilnya.

Sejarah Tim Sepak Bola Indonesia Persija JakartaSejarah Tim Sepak Bola Indonesia Persija Jakarta

Sejarah Tim Sepak Bola Indonesia Persija Jakarta


Di Indonesia banyak sekali tim sepak bola di daerahnya masing – masing dan pasti juga memiliki sejarah yang panjang. Nah pada artikel ini akan membahas salah satu tim sepak bola Indonesia yang sudah tidak asing lagi yaitu Persija Jakarta.

Siapa yang tidak kenal dengan Persija klub sepak bola raksasa asal Jakarta yang memiliki banyak prestasi di sepakbola Indonesia. Persija yang didirikan pada 28 november 1928 sebelumnya memiliki nama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ juga merupakan salah satu dari pendiri Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). VIJ berubah nama menjadi Persija pada tahun 1950 dan saat itu tim Persija di isi dengan banyak pemanain nasional.

Sejarah Tim Sepak Bola Indonesia Persija Jakarta

Sejarah Persija Jakarta

Saat zaman Hindia Belanda, Persija memiliki nama awal Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Namun pasca Republik Indonesia merdeka nama VIJ berubah menjadi Persija. Di zaman tersebut PSSI memiliki tandingan organisasi sepak bola yang bernama NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie). Dan Persija pun juga memiliki tim tangdingan yang bernama VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken).

Namun Seiring dengan berjalannya waktu dan Indonesia merdeka NIVU di bubarkan sebagai organisasi sepak bola.  Dan VBO juga mengadakan pertemuan untuk membuarkan tim dan akan bergabung ke Persija. Ketika sudah bergabung Persija mengikuti pertandingan persahabatan melawan Belanda dan Tionghoa yang berlangsung di lapangan BVC pada tanggal 29 Juni 1951 hingga 1 Juli 1951.

Prestasi Persija Jakarta

Tim berjuluk Macan Kemayoran ini memiliki banyak prestasi yang sangat mebanggakan para Jakmania (Fans Persija). Apa saja prestasi yang dimiliki oleh Persija Jakarta, Berikut ini daftar prestasi Persija :

  • Perserikatan : 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, 1978/79
  • Quoch Khanh Saigon Cup/Ho Chi Minh City Cup : 1973
  • Piala Surya (Surabaya) : 1977
  • Piala Marah Halim (Medan) : 1977
  • Bang Ali Cup : 1977
  • Piala Fatahillah : 1978
  • Piala Emas Bang Yos : 2003
  • Trofeo Persija : 2011, 2012, 2014, 2016
  • Boost Fix Super Cup : 2018
  • Liga Indonesia : 2001, 2018
  • Piala Gubernur Jatim : 2020
  • Piala Menpora : 2021

Sporsor & Partner

Dengan nama besar dan berbagai gelar juara yang dimiliki banyak perusahaan yang ingin mensponsori tim persija. Tahun 2021 – 2022 persija memiliki sebanyak 10 sponsor dari berbagai bran. Apa sajakah sporsor tersebut :

  1. Amman Mineral Industri
  2. Indomie
  3. Anargya Asset Management
  4. Amindo Prima Sejahtera
  5. Itacha Resources
  6. Viral Blast Global
  7. Samtrade Academy
  8. Kuku Bima Ener-G!
  9. Juara Apparel
  10. RS Premier Bintaro

Sejarah Klub Sepakbola Raksasa, Barcelona FCSejarah Klub Sepakbola Raksasa, Barcelona FC

Sejarah Klub Sepakbola Raksasa, Barcelona FC


Sejarah Klub Sepakbola Raksasa, Barcelona FC – Siapa yang tidak mengenal club Barcelona? meskipun Anda bukan pecinta sepakbola pasti minimal mengetahui ada nama Barcelona yang terdapat di sepakbola. Belum lama ini Barcelona FC melepas legenda pemain sepakbola yaitu Lionel Messi karena Mantan Kekasih Kim Seon Ho Yang Menyebarkan Skandal Aborsi. Belum bisa dipastikan karena hal itu, yang jelas kini Lionel Messi bermain dengan Club raksasa Perancis yaitu PSG (Paris Saint Germain).

Sejarah Klub Sepakbola Raksasa, Barcelona FC

Club Barcelona adalah salah satu klub raksasa asal Spanyol. Klub yang dijuluki Los Cules ini bermarkas di Stadion Camp Nou di kota Barcelona, Spanyol. Barca menjadi klub terkenal yang dapat menorehkan sejumlah prestasi di beragam kompetisi, baik di kancah domestik maupun internasional. Tentu klub ini memiliki sejarah panjang hingga kini menjadi klub sepakbola tersukses di dunia. Fansnya pun sudah tersebar dari seluruh dunia khususnya di Indonesia, di Indonesia ada komunitas Barcelona Indonesia. Bahkan fans dari klub barcelona tak memandang umur mulai dari anak SD sampai orang dewasa.

Tapi tahukah kamu bahwa Jimmy Burns didalam Barca: A People’s Passion (1999) mencatat perjalanan panjang Gamper bermula terhadap 1898 dikala rubah berasal dari Swiss ke Katalunya untuk menunjang usaha pamannya, Emili Gaissert. Suatu hari Gamper berpapasan bersama sekelompok anak muda yang menendang-nendang bola di kawasan Sarria, hanya beberapa ratus meter dari kantor kerjanya.

Gamper kemudian tertarik untuk membuat sebuah tim sepakbola serta klub sepakbola. Kemudian ia sangat rajin mencari atlet sepakbola sekaligus bermain judi online pada Situs Judi Slot Online Micro Gaming agar modal nya bisa terpenuhi, ia juga bahkan mencari investor yang tertarik berhimpun dengannya lewat iklan baris di surat kabar Los Deportes edisi 22 Oktober 1899. Sebulan berselang pemain dan donatur berasal dari beragam negara terkumpul.

Perjalanan Dari Klub Raksasa Barcelona FC

Mereka antara lain Otto Kunzle (Swiss); Walter Wild, John dan William Parsons bersaudara (Inggris); serta Eric Ducal, Pere Cabot, Cares Pujol, Josep Lobet, Luis d’Ossso, dan Bertomeu Terradas (Spanyol). Sepuluh nama itu, dilengkapi Gamper, kemudian mengadakan rapat di Sole Gymnasium terhadap 22 November 1899, tepat hari ini 122 tahun yang lalu. Sampai saat ini hari pertemuan berikut diperingati sebagai hari kelahiran FC Barcelona.

Perjalanan Dari Klub Raksasa Barcelona FC

Keanggotaannya meraih 10.000 untuk pertama kalinya, waktu sepak bola berkembang menjadi sebuah fenomena massa dan berbalik profesional, dan ini adalah tokoh legendaris layaknya Alcantara dan Samitier. Namun sebab susah bahan dan masalah politik Perang Saudara Spanyol dan periode pasca-perang.

Barca dipaksa untuk menangani situasi buruk, termasuk pembunuhan presiden Josep Sunyol terhadap tahun 1936, orang yang amat yang udah disebarkan slogan ‘olahraga dan kewarganegaraan ‘. Tapi klub selamat, dan masa pemulihan sosial dan olahraga diwujudkan didalam wujud Nou Camp, bertepatan bersama kehadiran Ladislau Kubala.

Pembangunan Nou Camp untuk reinkarnasi kembali pada tahun ke-75 (1957-1974), Barca mendapat hasil biasa-biasa saja tetapi konsolidasi sebagai suatu entitas, bersama berkesinambungan meningkatkan keanggotaan dan pemulihan lambat tetapi stabil, didalam hadapi kesulitan, berasal dari identitasnya.

Choi Young Ah, Mantan Kekasih Kim Seon Ho Yang Menyebarkan Skandal AborsiChoi Young Ah, Mantan Kekasih Kim Seon Ho Yang Menyebarkan Skandal Aborsi

Choi Young Ah, Mantan Kekasih Kim Seon Ho Yang Menyebarkan Skandal Aborsi


Mantan kekasih Kim Seon Ho memetik dampak negatif, buntut berasal dari viralnya unggahan yang ia tulis. Lama setelah kami membahas bagaimana starting XI timnas Indonesia, ada kabar miring yang menghebohkan pecinta drama korea. Identitas sang penulis disebarluaskan di internet. Ia juga mendapat komentar jahat sampai ancaman kematian. Kuasa hukum yang ditunjuk mantan kekasih Kim Seon Ho langsung bersuara berkenaan hal ini. “Kami adalah pengacara Lee Dong Hoon dan Jung Da Eun berasal dari firma hukum Best Way, yang mewakili mantan kekasih Kim Seon Ho, A,” begitu pengakuan berasal dari tim kuasa hukum yang disampaikan kepada tempat di Korea.

Mereka melanjutkan, “Pada selagi ini, Info personal berkenaan A dibagikan secara sembarangan oleh media, tempat sosial, dan komunitas daring; dan dia menerima serangan tak berkesudahan lebih-lebih ancaman kematian atas Info tidak benar berkenaan identitas dan kehidupan pribadinya.”. Karena serangan ini, kuasa hukum menyebut sang mantan kekasih Kim Seon Ho menderita tekanan psikologis yang parah. Wanita ini lebih-lebih sulit melanjutkan kebiasaan kesehariannya.

“Demi menghambat A, sosok yang bukan berasal berasal dari kalangan selebritas, menderita kerugian yang lebih lanjut, kami secara hormat meminta Anda menghambat diri berasal dari spekulasi terlalu berlebih dan pencemaran nama baik pada A,” kata mereka. Pihak kuasa hukum juga meminta tempat untuk menghambat diri didalam menginvestigasi identitas mantan kekasih Kim Seon Ho, maupun meminta wawancara. “Firma hukum kami lakukan yang paling baik didalam merawat A. Kami juga memberitakan konsep kami untuk mengambil seluruh langkah legal yang bisa ditempuh, untuk merespons laporan dan komentar jahat yang tentang bersama dengan A.

Mengenal Choi Young Ah, Sosok A yang Menyebar Skandal Aborsi

Usai identitasnya tersebar luas di internet, mantan kekasih Kim Seon Ho mengutarakan pengakuan lanjutannya tentang skandal ini. Ia menyebutkan sang aktor Hometown Cha-Cha-Cha telah meminta maaf kepadanya. “Aku telah menerima keinginan maaf berasal dari orang itu, dan kurasa ada beberapa anggota yang merupakan kesalahpahaman. Aku tak menginginkan hal yang tidak sama berasal dari kenyataan menyebar, dan saya tak menginginkan kisah kami dibesar-besarkan lagi,” tutur wanita yang juga menyukai permainan pragmatic slot.

Choi Young Ah, Mantan Kekasih Kim Seon Ho Yang Menyebarkan Skandal Aborsi

Choi Young Ah adalah wanita kelahiran 24 Desember 1985, yang selagi ini berusia 36 tahun. Pada 2009, Choi Young Ah pernah bekerja di stasiun televisi Korea Selatan YTN sebagai penyiar cuaca. Sebagai penyiar, Choi Young Ah cukup terkenal di kalangan pemirsa dikarenakan kecantikannya dan bentuk tubuhnya yang proporsional bersama dengan tinggi badan 170 cm.

Kabarnya, Choi Young Ah juga merupakan lulusan berasal dari Hankuk University of Foregn Studies, bersama dengan mengambil program belajar Bahasa Perancis. Ia dipindahkan ke stasiun KBS. Namun di bulan April 2013, ia formal mengundurkan diri berasal dari pekerjaannya dikarenakan menikah. Usai meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai seorang penyiar cuara, selagi ini Choi Young Ah aktif sebagai influencer dan juga mengelola toko online pribadinya.

Meraba Starting XI Timnas IndonesiaMeraba Starting XI Timnas Indonesia

Meraba Starting XI Timnas Indonesia


Timnas Indonesia akan memulai rangkaian uji coba jelang kembali beraksi di Kualifikasi Piala Dunia 2022 area Asia dengan menghadapi Afghanistan pada hari ini, Selasa (25/5/2021) malam WIB. Shin Tae-yong sebagai pelatih juga akan menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam pertandingan ini pada sebuah berita sepakbola Indonesia 2021. Otomatis pelatih asal Korea Selatan hal yang demikian diprediksi akan mencoba untuk memainkan komposisi pemain terbaik yang dimilikinya untuk memulai rangkaian uji coba hingga kesudahannya tampil di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 area Asia itu.

Taktik TImnas Indonesia Melawan Afghanistan

Meraba Starting XI Timnas Indonesia

Dalam pertandingan uji coba pertama, yang mana Afghanistan akan menjadi lawan, Timnas Indonesia diinginkan bisa menunjukkan kinerja terbaiknya. Walaupun disesaki oleh pemain-pemain usia muda, Regu Garuda patut bisa bersaing dan meraih kemenangan untuk bisa menambah kepercayaan diri.

Walaupun membawa 28 pemain ke Dubai, Uni Emirat Arab, nantinya Shin Tae-yong tak bisa menerapkan semua pemainnya dalam satu pertandingan. Setidaknya tiap pertandingan, pelatih asal Korea Selatan itu cuma memiliki stok hingga 23 pemain yang bisa dimainkan. Untuk itu, pertandingan kontra Afghanistan kali ini akan menjadi peluang pertama untuk menjajal komposisi terbaik yang dimiliki oleh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Biasa menerapkan formasi 4-4-2, siapa saja opsi pelatih asal Korea Selatan itu untuk tampil sebagai starter dalam pertandingan pertama ini?

Tae-yong sekarang konsentrasi mematangkan taktik si kecil asuhnya jelang lawan Afghanistan. Aku itu dijalankan agar Nadeo Agrawinata dkk kian siap menatap kancah Kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Tidak tegaskan tadi, pemain patut terus konsentrasi dan konsentrasi penuh selayaknya orang main tarhan di https://www.arizonaexperience.org/, mulai dari latihan hingga pertandingan nanti. Semestinya boleh main-main. Sekiranya sungguh-sungguh. Walaupun dari latihan tak seperti itu, bagaimana dikala nanti pertandingan,” sambungnya lagi.

Walaupun klubnya membolehkan, Ipswich Town, mereka memberikan bahan pertimbangan untuk Elkan Baggott. Aku paling utama yaitu Elkan diwajibkan menjalani karantina 10 hari sesudah tiba di Inggris sesampainya kembali dari UEA. Pasalnya, pemerintah Inggris mengukur Dubai masuk area merah. Atas pertimbangan hal yang demikian lah Elkan Baggott memilih tak merapat ke TC timnas.

Vigit Waluyo Gelora Dewata, Salah Satu Sosok Penting Pada Sepak Bola IndonesiaVigit Waluyo Gelora Dewata, Salah Satu Sosok Penting Pada Sepak Bola Indonesia

Vigit Waluyo Gelora Dewata, Salah Satu Sosok Penting Pada Sepak Bola Indonesia


Sosok Vigit Waluyo kental mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia. Putra HM. Mislan, pendiri Gelora Dewata ini termasuk sering dikait-kaitkan bersama dengan bermacam kontroversi yang melanda persaingan Tanah Air, lebih-lebih terhadap peristiwa akhir penentu sebuah tim promosi atau degradasi. Padahal, perjuangan dan pengorbanan Vigit mendanai tim lebih-lebih di Gelora Dewata dan Deltras Sidoarjo terbilang berdarah-darah. Hal itu diungkap Nus Yadera, mantan pemain Gelora Dewata era Galatama yang belakangan menanggulangi Deltras Sidoarjo sebagai pelatih di Liga Indonesia.

Dalam channel Youtube Omah Balbalan, Nus Yadera menceritakan pahit manis pengalamannya bekerjasama bersama dengan Vigit serta segi humanis sang bos. “Mas Vigit amat perhatian ke pemain. Beliau sudi habis-habisan mengorbankan harta pribadinya untuk membantu operasional tim,” kenang Nus Yadera. Di mata Nus Yadera, Vigit amat dekat bersama dengan pemain. Seperti Shin Tae-yong yang mengunggulkan bek sayap belakang timnas Indonesia karena meski berstatus anak pemilik klub, Vigit berbaur bersama dengan keseharian pemain.

Nus Yadera Nostalgia Dengan Pendiri Gelora Dewata, Vigit Waluyo

Vigit Waluyo Gelora Dewata, Salah Satu Sosok Penting Pada Sepak Bola Indonesia

“Mas Vigit termasuk sering bercanda dan sesekali ikut memijit pemain sebagai wujud perhatian. Perhatian ini sebabkan kami jadi nyaman bersama dengan beliau,” kata Nus Yadera yang mempunyai Gelora Dewata menggapai juara Piala Liga dan runner-up Galatama musim 1993/1994. Sisi humanis Vigit sebabkan pemain Gelora Dewata loyal susah menampik keinginan sang bos. Termasuk Nus Yadera yang selalu memaksakan diri tampil meski baru saja meniti operasi hernia terhadap 1995. Menurut Nus Yadera, selagi itu, ia tetap perlu istirahat pasca operasi. Tapi, Vigit menghendaki untuk bermain selagi Gelora Dewata menjamu PKT Bontang.

Alasan Vigit, hanya Nus Yadera yang tepat untuk mematikan pergerakan playmaker PKT, Fakhri Husaini yang dikenal bersama dengan umpan terukur dan sering jadi pemecah kebuntuan bersama dengan golnya. Nus Yadera pun mencukupi keinginan Vigit dan berhasil menjalankan tugasnya dari sebuah judi slot terbaru. Gelora Dewata pun menang bersama dengan skor 1-0. Meski pencetak gol terhadap laga itu adalah Mbog Nyetam Jeremy, Nus Yadera didaulat jadi pemain paling baik terhadap laga itu. Setelah bekerjasama bersama dengan Vigit di Gelora Dewata sebagai pemain, Nus Yadera lagi bersama dengan sang bos selagi klub itu telah berganti nama jadi Deltras Sidoarjo sebagai pelatih.

Nus Yadera pun mengutarakan satu peristiwa menyentuh bersama dengan Deltras dan Vigit terhadap musim 2011. Kala itu, Deltras dilanda krisis finansial yang akut. Vigit yang mengelola manajemen klub pun telah habis-habisan mengeluarkan dana pribadinya bersama dengan menjual tempat tinggal dan mobilnya untuk menutupi cost operasional tim. Sementara dana talangan APBD yang dijanjikan Pemkab Sidoarjo selaku pemilik Deltras tak kunjung cair dari https://gadunslot.sg-host.com/. Alhasil, sejumlah pemain pilar jalankan aksi mogok latihan dan menampik tampil selagi Deltras menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Sidoarjo. Mereka menuntut pembayaran gaji dan bonus yang tertunda.

Keunggulan Bek Sayap Timnas Indonesia, Begini Tanggapan Shin Tae-yongKeunggulan Bek Sayap Timnas Indonesia, Begini Tanggapan Shin Tae-yong

Keunggulan Bek Sayap Timnas Indonesia, Begini Tanggapan Shin Tae-yong


Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, memanggil 28 pemain untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022, sebanyak lima di antaranya merupakan pemain yang murni berperan sebagai bek sayap. Lima pemain tersebut adalah Pratama Arhan dan Firza Andhika sebagai bek sayap kiri, sedangkan Asnawi Mangkualam, Rifad Marasabessy, dan Koko Ari sebagai bek sayap kanan Timnas Indonesia. Meskipun pada prakteknya nanti Shin Tae-yong bebas melakukan eksperimen dengan menempatkan pemain lain.

Peran bek sayap sangat krusial buat Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Untuk mendukung skema 4-4-2 yang diusung, bek sayap punya peran untuk membantu pertahanan sekaligus serangan. Hal itulah yang membuat menjadi bek sayap di skuad asuhan Shin Tae-yong harus punya kualitas fisik yang mumpuni dari daftar slot online. Mereka harus mampu mengantisipasi transformasi serangan dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab (11/6/2021). Namun, sebelumnya mereka akan melahap dua laga uji coba melawan Afghanistan (25/5/2021) dan Oman (29/5/2021). Lantas, apa saja plus dan minus bek sayap Timnas Indonesia yang dipanggil Shin Tae-yong? Berikut ini penjabaran setelah memperhatikan kualitas permainan dari para bek sayap tersebut.

Mengintip Bagaimana Keunggulan Bek Sayap Timnas Indonesia, Ini Menurut Shin Tae-yong

Keunggulan Bek Sayap Timnas Indonesia, Begini Tanggapan Shin Tae-yong

Sebanyak lima pemain bek sayap yang dipanggil ke Timnas Indonesia merupakan pemain muda. Artinya, secara stamina dan fisik mereka masih bagus dan andal dalam melakukan serangan dari sektor sayap. Para pemain yang dipanggil punya kecepatan berlari dan lincah. Hal ini tentu menjadi syarat mutlak untuk mengejutkan lawan dari sektor sayap.

Mereka juga punya kemampuan yang mumpuni dalam melancarkan umpan-umpan silang. Situasi ini tentu sangat dibutuhkan para penyerang tengah untuk menciptakan peluang dalam mencetak gol. Para bek sayap yang dipanggil Shin Tae-yong juga dikenal sebagai pemain dari slot pragmatic deposit pulsa tanpa potongan yang beringas. Mereka tak jarang berani melakukan adu fisik untuk menggempur lawan dengan serangan cepat.

Para pemain bek sayap yang dipanggil Shin Tae-yong mayoritas tak punya pengalaman. Dari kelima pemain, hanya satu yang punya caps di Timnas Indonesia senior yakni Asnawi Mangkualam. Situasi ini tentu menjadi perjudian buat Shin Tae-yong. Secara kualitas, belum pernah terbukti mereka mampu mengatasi lawan yang secara usia dan pengalaman lebih matang.

Selain itu, terkadang para pemain yang dipanggil itu malas membantu pertahanan. Keasyikan membantu serangan membuat mereka telat saat turun ke belakang. Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus buat pelatih Shin Tae-yong. Apalagi sebagai bek sayap, mereka dituntut rajin maju dan mundur saat bermain selama 90 menit agar tak melupakan peran utama di lapangan.

Timnas Indonesia Pemain Muda Berangkat Ke UEA, Berikut Alasan Shin Tae-yong!Timnas Indonesia Pemain Muda Berangkat Ke UEA, Berikut Alasan Shin Tae-yong!

Timnas Indonesia Pemain Muda Berangkat Ke UEA, Berikut Alasan Shin Tae-yong!


Timnas Indonesia berangkat ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (16/5/2021), dengan skuad muda. Rata-rata usia pemain berada di angka 21,8 tahun. Banyak pemain muda yang dipromosikan ke Timnas senior dari timnas grup usia, baik dari timnas U-23 sampai U-19. Misalnya Pratama Arhan, Firza Andika, Witan Sulaeman, sampai Saddam Emiruddin. Seperti yang kita ingat bahwa Iswadi Idris sebagai pemain Indonesia pertama di Luar Negeri pada saat usianya juga tetap belia.

Evan Dimas jadi satu dari sedikit pemain senior yang dipertahankan di tim ini. Meski begitu, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yakin dengan kebolehan barisan para pemain mudanya. “Saya tidak mampu menjanjikan kemenangan, tetapi mendambakan memperlihatkan kepada rakyat Indonesia bahwa pemain kita udah berbeda. Mulai dari soal permainan dan mental,” kata Shin Tae-yong. “Setelah pilih pemain yang ada di sini, rata-rata usia pemain 21,8 tahun. Menurut saya, bisa saja ini timnas sepakbola Indonesia yang pertama kali dengan tim semuda ini. Dengan skuad semuda ini semoga lebih dorongan dan lebih keras ulang tekadnya,” ujarnya menambahkan.

Di Dubai, Timnas Indonesia bakal memainkan dua laga uji cobalah melawan Afghanistan dan Oman pada 25 dan 29 Mei. Lalu dilanjutkan tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand (3 Juni), selanjutnya Vietnam (7 Juni), dan terakhir UEA (11 Juni). Meski tak ada kesempatan lolos ke Piala Dunia, Shin Tae-yong senang Timnas Indonesia main maksimal. Dari pengamatannya selama latihan, Shin Tae-yong lihat prospek cerah timnya. “Kalau banyak saat untuk latihan, kita mampu lebih baik lagi. Kemarin sempat latihan sambil puasa, sesudah selesai puasa mental pemain udah berbeda sekali,” tutur pelatih asal Korea. Dari mata pemain udah berapi-api di lapangan. Mental tidak dikhawatirkan juga. Dengan mental seperti itu siapa saja lawan tidak mampu mengalahkan kita dengan gambang,” ucapnya.

Alasan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Mengirimkan Pemain Muda Ke Dubai

Timnas Indonesia Pemain Muda Berangkat Ke UEA, Berikut Alasan Shin Tae-yong!

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mendapat sorotan perihal keputusannya pakai mayoritas pemain muda pada skuad proyeksi Kualifikasi Piala Dunia 2022. Shin Tae-yong dianggap laksanakan langkah awal meregenerasi pemain di Timnas Garuda. Shin Tae-yong udah pilih 28 pemain untuk skuad Timnas Indonesia proyeksi Kualifikasi Piala Dunia 2022. Terdapat wajah baru sampai para pemain yang dipromosikan dari timnas grup umur.

Selain itu, cuma empat nama yang berusia di atas 25 tahun, namun sisanya merupakan pemain muda. Rataan usia pemain Timnas Indonesia saat ini adalah 22,4 tahun. Keberanian Shin Tae-yong ini mendapat pujian dari fasilitas Thailand, Siam Sport. Pelatih asal Korea Selatan itu dianggap benar-benar berani, karena menyingkirkan pemain-pemain veteran dari skuad Timnas Indonesia.

“Kedatangan Shin Tae-yong di Indonesia tujuannya udah memahami yaitu untuk menyebabkan generasi baru yang mengombinasikan pada konsistensi dan ketegasan. Banyak pemain lama yang nampak dari tim link sbobet. Termasuk pada mereka yang tidak disiplin,” tulis Siam Sport. Timnas Indonesia dijadwalkan bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada Senin (17/5/2021) dini hari WIB. Sebelum melakoni tiga laga sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Garuda bakal melakoni dua laga uji coba.

Timnas Indonesia bakal melakoni tiga pertandingan sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga-laga selanjutnya benar-benar krusial meskipun udah tidak pilih apa pun untuk skuad Garuda. Timnas Indonesia bakal hadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab (11/6/2021) pada laga penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan selanjutnya benar-benar perlu untuk memperbaiki peringkat di ranking FIFA. Sebelum tiga laga tersebut, Timnas Indonesia bakal menekuni dua laga uji cobalah di Dubai, Uni Emirat Arab. Pasukan Shin Tae-yong itu bakal hadapi Afghanistan (25/5/2021) dan Oman (29/5/2021).